Beranda » Berita » Sejarah dan Filosofi Barong Banyuwangi

Sungguh luar biasa kaya kabupaten di ujung timur pulau jawa ini. Dengan segala potensi pariwisata Banyuwangi yang begitu menakjubkan, ternyata sosial masyarakatnya juga memiliki budaya yang sangat beragam dan unik. Salah satu budaya tersebut adalah fenomena Barong Banyuwangi atau Barong Ider Bumi.

Barong adalah sebentuk benda yang berbahan dari ukiran kayu dengan bentuk menyerupai perwujudan manusia. Hanya saja model penampakan barong memang terlihat relatif seram. Dominasi warna merah dan hitam serta memiliki wangi yang penuh dengan aroma minyak sesaji, membuat benda ini terlihat dan beraura mistis.

Di Banyuwangi, barong merupakan salah satu alat pertunjukan kesenian yang sering kali dapat dilihat diberbagai event. Barong yang ada di Banyuwangi memiliki banyak sekali varian dengan model yang berbeda-beda. Mulai dari barong jaranan, barong kucingan, barong prejeng, dan masih banyak lagi jenis yang lainnya. Hanya saja, pemerintah mewakilkan Barong Kemiren sebagai barong khas Banyuwangi yang jadi icon utama.

Macam Jenis Barong Banyuwangi

Sejarah Barong Banyuwangi

Versi 1 – Barong Kemiren ada sejak abad ke-16 masehi. Barong Kemiren dibuat oleh seniman bernama Sanimah, warga asli Desa Adat Kemiren Banyuwangi. Dan hingga kini barong tersebut berusia lebih dari 300 tahun.

Versi 2 – Barong Kemiren dibuat oleh Mbah Tompo bersama kawan-kawannya setelah mendapatkan wahyu dalam mimpinya ditahun 1647. Dimana barong ini masih ada hingga sekarang dan disebut sebagai barong tertua.

Versi 3 – Pertarungan antara kesatria Bali dan Blambangan yaitu Minak Bedawang dan Alit Sawung yang sama-sama kuat. Kedua kesatria sakti tersebut bertarung dalam waktu yang lama dan sama unggul. Karena pertarungan tersebut berlangsung terus menerus tanpa henti, tiba-tiba ada suara dari langit yang memerintahkan agar kedua kesatria tersebut mengakhiri perselisihannya. Dari situlah dibuat benda berupa barong yang menyimbolkan kedamaian dan persatuan.

BACA JUGA: Tari Gandrung Banyuwangi

Hingga saat ini belum ada informasi pasti tentang kebenaran versi sejarah tersebut. Tapi yang pasti kesenian ini adalah hasil dari budaya warga asli Banyuwangi yang wajib terus dilestarikan.

Barong Ider Bumi

Dalam kebudayaan Banyuwangi, Barong Kemiren digunakan untuk atraksi tari-tarian pada saat acara tradisi Ider Bumi (keliling desa). Barong Kemiren yang dipakai oleh salah seorang warga desa tersebut di arak-arak mengelilingi desa dengan di dampingi 2 penari kostum ayam dan 1 penari gadis.

Barong Ider Bumi

Budaya mengelilingi desa dalam tajuk Ider Bumi ini diyakini sebagai cara untuk menangkal mala petaka bagi seluruh warga Desa Kemiren. Ider Bumi dilaksanakan berbarengan dengan acara bersih desa serta tumpeng sewu. Dan tentunya kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun dengan ritual khusus yang magis. Adapun keberadaan pawang barong disertakan dalam acara tersebut sebagai penjaga spiritual.

Dulu, acara tarian barong ini dilaksanakan setiap tanggal 2 Syawal dan 1 Dzulhijah. Namun kini tarian barong juga diperkenankan tampil pada berbagai acara umum seperti hajatan, penyambutan tamu undangan, dan acara lain. Tujuan utamanya adalah melestarikan warisan budaya leluhur.

Filosofi Barong Banyuwangi

Adapun makna atau filosofi dari bagian-bagian betuk Barong Using adalah sebagai berikut ini.

Barong Banyuwangi

  • Barong memiliki arti bareng-bareng atau bersamaan. Dalam deskripsi lebih lengkap yaitu bersama-sama menjaga kelestarian budaya.
  • Mulut terbuka atau menganga bermakna setiap orang tidak boleh serakah, jika butuh makan harus bekerja dengan tekun.
  • Dua sayap dalam Barong Kemiren adalah sayap laki-laki dan sayap perempuan dengan arti jika ingin terbang atau bepergian kemana-mana tetap bersamaan, jangan sampai terpisah. Satu sama lain saling melengkapi.
  • Keling atau lekukan di topi barong yang dikombinasikan dengan kepala garuda menghadap belakang memiliki arti agar selalu ‘kelingan’ / ingat masa lalu. Jangan termudah tergoda dengan rayuan apapun, tetap ingat dengan perjuangan sebelumnya.
  • Bentuk angsang di kepala barong, memiliki arti punya pikiran tidak boleh merangsang. Mudah iri dengan tetangga atau orang lain, tetap bersyukur dengan apa yang dimiliki.
  • Mahkota berbentuk seperti kubah masjid memiliki makna bahwa setiap orang wajib mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sebagai simbol dimensi spiritual bagi masing-masing individu.
  • Rumbai-rumbai mirip rambut memiliki arti keluarga besar yang harus selalu rukun dan bersatu padu. Jangan ada perpecahan antar anggota keluarga. Tetap bersatu hingga kapanpun sampai rambut memutih.

Semoga kedepan, Barong Banyuwangi akan menjadi sebuah budaya yang selalu dilestarikan sebagai karya terbaik dari pendahulu.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Ditulis oleh

Agen Lokal Tour and Travel Banyuwangi. Melayani Paket Wisata Banyuwangi dan Travel Antar Kota Banyuwangi - Surabaya/Malang/Denpasar (PP). Hotline: 0852-3434-2470 atau 081934-832-823 atau 081553-739-539. Email: [email protected]

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Kontak Kami

Info lebih lengkap, silahkan hubungi kontak berikut.

error: Hak Cipta Dilindungi!!!