Beranda » Tempat Wisata » Kampung Primitif Wisata Jajag Banyuwangi

Banyuwangi terus menambah destinasi-destinasi alamnya, baik yang alami maupun yang buatan. Destinasi wisata buatan tidak kalah bagusnya dengan destinasi alam lainnya. Baru-baru ini masyarakat Banyuwangi melahirkan karya anyar untuk menumbuhkan potensi di Desa Purwodadi, Gambiran, Banyuwangi. Warga menyulap lahan tak terpakai menjadi suatu destinasi budaya etnik yang dikenal Kampung Primitif Wisata Jajag Banyuwangi.

Istilah Primitif memiliki kepanjangan Prima dan Inovatif.

Kampung ini bernuansa alam back to nature pedesaan zaman prasejarah yang biasanya masih bisa kita temui di daerah pedalaman. Kampung Primitif disajikan dalam konsep perkampungan wisata yang bisa dijadikan agenda hari libur bagi para penikmat wisata.

Orang Kampung Primitif Wisata Jajag Banyuwangi

Di kampung ini memiliki nuansa budaya nusantara dengan bermacam pernak-pernik kehidupan primitif. Seperti rumah berbentuk bulat dengan dinding kayu beratap jerami dan sejumlah kursi yang terbuat dari kayu. Rerimbunan pohon semak-semak juga turut mengelilingi area kampung ini.

Akses ke Kampung Primitif Wisata Jajag Banyuwangi

Akses untuk menuju kampung primitif cukup mudah karena tidak jauh dari Kantor Desa Purwodadi. Wisatawan cukup berjalan kaki beberapa meter di bagian tepi Sungai Talang.

Wisatawan juga difasilitasi denah wisata, agar para wisatawan yang berkunjung dapat menikmati dan berkeliling sepuasnya menyusuri keasrian alam yang sejuk dan betah untuk berlama-lama berada di perkampungan primitif.

 

Aktivitas di Kampung Primitif Wisata Jajag Banyuwangi

Saat memasuki kampung primitif, wisatawan akan disambut dengan tarian etnik anak-anak dan pemuda yang memakai dandanan primitif layaknya suku dayak yang berada di pedalaman Kalimantan. Suara kincir air yang seolah menyambut kunjungan wisatawan yang datang. Wisatawan juga tidak jarang memilih untuk duduk-duduk santai menikmati kesejukan di bawah pohon-pohon besar yang rindang.

Kampung Primitif Wisata Jajag Banyuwangi

Beberapa warga dan anak-anak yang berpakaian layaknya ala Suku Dayak dan wajah yang digambari sesuai dengan suku pedalaman. Selain itu ditambahi aksesoris koteka yang digunakan diatas kepala menambah kesan etnik primitifnya.

BACA JUGA: Selayang Pandang Tari Gandrung Banyuwangi

Mereka juga melakukan aktivitas masyarakat primitif, seperti memasak dengan menggunakan kayu bakar dan mencari ikan di sekitar sungai yang sangat bersih. Di area sungai juga terdapat kayu yang disediakan untuk tempat bermain warga kampung primitif, sehingga semakin lengkap keunikan kegiatan yang dilakukan warga ala Suku Dayak tersebut.

Keunikan kampung primitif bisa dijadikan liburan edukasi untuk semua kalangan terutama anak-anak karena kehidupan suku adat pedalaman dan kegiatan warga yang berada di kampung primitif mencerminkan untuk menghargai alam dan menjaga alam.

Informasi Tambahan

  • Waktu paling tepat untuk berkunjung di lokasi pariwisata Banyuwangi terbaru ini adalah selain di malam hari. Anda dapat melihat aktivitas para pemeran orang primitif dengan jelas.
  • Pada saat air sungai pasang Anda juga dapat menyewa jasa kapal gayung untuk keliling sekitaran sungai talang.
  • Karena lokasi wisata berada di sekitar semak-semak, mohon berhati-hati terhadap banyaknya nyamuk disekitar area.
  • Harga tiket masuk kepada wisatawan yang berkunjung ke kampung primitif sekitar Rp. 3.000 per orang dimana dana tersebut digunakan untuk pengembangan obyek wisata ini.
  • Bawalah payung untuk antisipasi kala turun hujan. Tidak banyak tempat berteduh yang disediakan disana.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.

error: Content is protected !!